Umat Islam Umat Penengah Seluruh Umat

Ketum PPP, M Romahurmuziy atau Gus Rommy, dalam suatu kesempatan, di atas mimbar menyampaikan tafsir QS. Al-Baqarah 143, yakni umat islam diturunkan menjadi umat pertengahan atau yang berdiri di atas semua golongan.

QS. Al-Baqarah 143 Allah berfirman, “Wa kadzalika ja’alnakum ummatan wasathan” yang artinya: Dan demikianlah Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) sebagai ummatan wasathan, umat penengah. “Litakunu syuhada’a ‘ala an-naas” (Agar kalian menjadi saksi atas manusia). “Wa yakuuna ar-rasuulu ‘alaykum syahiidaa” (Sedangkan Rasul yang akan menjadi saksi atas perbuatan-perbuatan kalian).

Disampaikan Gus Rommy di hadapan santri, sesungguhnya umat islam oleh Allah diciptakan menjadi umatan wasathan, menjadi umat yang berada di tengah-tengah. “Litakunu syuhada’a ‘ala an-naas”, supaya bisa diterima menjadi saksi untuk seluruh umat manusia, bukan hanya untuk umat Islam saja. Melainkan seluruh umat, kata beliau mengutip firman Allah dalam QS. Al-Baqarah tersebut.

“Karena kelak, di yaumil akhir kita berharap Rasulullah untuk menjadi saksi kita. Dan Rasul baru akan bersaksi menurut ayat ini, manakala kita telah bersaksi untuk semua umat manusia dengan berdiri di atas tengah-tengah persoalan,” demikian Gus Rommy. Semoga menjadi renungan kita bersama. Terutama para pemimpin yang kita harapkan dapat menjadi penengah, bukan justru menjadi dalang yang mengadu domba umat. Karenanya-lah umat Islam Indonesia diamanahi peluang kepemimpinan yang dominan dibanding “jutaan umat” lainnya. (Sk)